Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Jantungku berdebar sangat keras.“Buka,” bisikku lirih. Bokep Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. Item manis sih tepatnya. Tetap memejamkan matanya.Aku makin berani. Matanya bertanya. Sehingga posisi saat itu, lenganku tepat di depan dadanya. Dia terengah-engah. Tapi kepepet sih, harus cari upa (”cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Itu kaki orang dewasa. Ya iyalah. Dia melenguh. “Dereng mas, jogja ya? Kancing masih terbuka.“Apa kau ..?”
“Ya … . Tidak nyaman memang. Tapi sekarang penisku bisa bebas mengacung menunjuk langit. Aku kembali mengelus pahanya.




















