Ku persilahkan gadis itu duduk sambil menunggu aku mengecek kendaraannya.“Wah, kena paku nih mbak…”, setelah ku cek, ternyata ini adalah paku yang sering kami tebarkan setiap malamnya. ranti sangat cantik menurutku, hari ini tak mau aku sia-sia kan, agar kelak aku tidak menyesal bila tidak mendapatkannya. Bokepi Anti sebenarnya masih mencintaiku, namun posisinya serba salah, ia tidak mungkin menjadi anak durhaka yang tidak mematuhi kemauan orang tuanya. “Belum bro…”, jawabku.“Lu jangan mau termakan rayuan orang bro, muka boleh cantik, tapi kita kan gak tau hatinya gimana?!”, tegur Syamsul.“KTPnya kan kita sita mas bro…”, jawabku membela. Melihat itu Anti langsung pucat, ia seperti tidak menerima semua ini. “Belum bro…”, jawabku.“Lu jangan mau termakan rayuan orang bro, muka boleh cantik, tapi kita kan gak tau




















