Misalnya Pak Totok menyelipkan kata-kata “pinter”, “cantik”, bahkan “sayang” pada smsnya. Bokepi Pak Totok kembali tercekat, merasakan lembutnya kulit putih itu. Dia terbiasa memakai pakaian asal nyaman, seperti daster tipis pendek, atau bahkan celana ketat dari bahan kaos semacam legging pendek. Mereka menjadi jarang bertatap muka, apalagi Darmi yang selalu berusaha menghindari tatapan mata lelaki tua itu. Mereka lalu membicarakan tentang Bu Susan, walau cuma sekilas. Jelas hal tersebut karena latar belakang dan lingkungan wanita itu, karena berasal dari kalangan terdidik yang cenderung lebih percaya pada bentuk-bentuk pengobatan medis.“Yang spiritual itu gimana, Om?” Bu Susan memanggilnya om karena mengikuti ponakannya yang mengantarnya.“Nanti biar Yitno (ponakan Pak Totok) ikut menjelaskan. Sama celana senam itu, kalau bisa kaosnya yang warna kuning itu”.#######################Besok siangnya, Darmi semakin




















