Katanya Bu Lina sudah bersedia dan Pak Bardi juga mengizinkan bahkan sangat mendukung.Rencana mereka ini ternyata sudah 3 bulan disusun, katanya tiap hari sibuk memikirkan strategi apa yang akan dilaksanakan. Bokepi Bu Lina benar=benar terbuai dengan seranganku. Aku juga cukup akrab dengan Pak Bardi, karena hobby kami sama yaitu main catur. “ Terima kasih ya mas, kita memang sudah seperti saudara,” katanya dengan mata agak berkaca-kaca. “ Pa aku lama sekali ingin ngomong ke papa, tapi rasanya susah sekali keluarnya,” kata istriku suatu hari. Suatu hari Istriku menarik masuk kamar, katanya dia mau cerita penting. Sampai kami berdiri tidak bergerak. “ Ah nggak jadi deh, susah ngomongnya sekarang,” kata istriku tiba-tiba.




















