Bau yang membuat kejantananku langsung bertambah
kencang. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya. Bokepi Aku
melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan
kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya. Tanpa apa-apa. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Jantungku berdebar-debar. Aku
menyumpah-nyumpah. Saat gerakan liarnya selesai, aku merasakan sesuatu
keluar dari kemaluanku. Bau yang membuat kejantananku langsung bertambah
kencang. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”
Aku
kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. “Dan, kamu tak boleh lagi tidur denganku”, Katanya lagi. Dan
akhirnya Kak Tina pun menikah, lalu berhenti kerja. Aku
semakin takjub. Malu. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”
Aku
kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. “Mimpi…” Aku ingat mimpiku, tapi lalu ingat bahwa aku mimpi dengannya, “Gak mimpi apa-apa”.




















