Aku jatruh iba, tapi timbul curiga. Bokepi Untuk menghindari asapnya yang bau saya keluar ruangan menuju bangku dekat rel kereta api. Aku terbuai nikmat dunia. Dengan tegas kukatakan TIDAK! Aku semakin salah tingkah. Pernahkah mereka berfikir bahwa kita hidup bersama manusia lain yang harus menghirup oksigen bersih? YA! Ah entahlah. Aku berharap aku salah lihat jadwal dan ada kereta yang akan segera mengantarku ke Surabaya. Semakin beliau kaya, semakin keras beliau bekerja. dasar munafik! Tanpa sadar aku membalas senyumannya sambil melepaskan transmitter gaynergik (beberapa orang lebih suka menyebutnya gaydar). Aku tidak bisa tidak menikmatinya. Ada beberapa hal yang memang aku ganti, ada pula yang aku tambahkan berdasarkan apa yang aku rasakan waktu itu. Ya aku emang punya kekasaih seorang lelaki, lelaki terindah di




















