Aku tidak menampik kalau aku memiliki wajah yang lumayan cantik dan kulitku juga putih bersih meskipun aku dari kampung. Layaknya pemain adegan dalam cerita sex, dan di club itu namaku di kenal dengan panggilan Lala bukan lagi Nayla.Kini akupun tidak lagi tinggal di tempat kost yang hanya satu kamar, tapi aku tinggal di rumah kontrakan yang lumayan luasnya. Bokepi tapi..” Belum sempat dia menjelaskan akupun langsung mendaratkan bibirku pada bibirnya dan kamipun saling lumat.Aku tidak mengira kalau cowok selama ini yang menjadi tambatanku ternyata juga menaruh hati padaku. Lala.. Kamipun sama-sama melumat bibir kami masing-masing bahkan nafas kami berdua sama-sama menggebu “OOOouuuggggghhh…..




















