Kemudian kami pun berpisah dan saya harus kuliah di luar kota sedangkan Endar juga berkuliah di kota lain. Akhirnya dalam hitungan detik muncul juga wajah si Endar ke dalam kamarku.Dalam waktu yang singkat itu, saya sempat meraih celana dalamku untuk menutupi kemaluanku. Bokep Soalnya di bagian ini susah nyukur sendiri…” kataku sambil kuulurkan pisau cukur padanya.“Mas Adi, ih..!” tetapi ia terima juga pisau cukurnya, sambil duduk di dekatku.Saya angkat celana yang tadi hanya kututupkan di atas kemaluanku.“Endar tutup dulu pintunya yach Mas..?”Dia menutup pintu depan dan pintu kamar. Apalagi Endar juga menanggapinya, dengan perkataan yang tak kalah joroknya. Tangan lembutnya membimbingnya untuk memasuki arah yang tepat. saya raih kemaluannya tetapi ia diam saja, kuselipnkan satu jarinya dari sela-sela celana dalamnya.Wah, ternyata sudah basah




















