HUAHAHAHAHA………}. Bokepi Setelah A-mei balik ke kamarnya, giliran Pak Heru
yang kesal. Membuat Pak Heru jadi berbinar-binar matanya. Apalagi putingnya berwarna pink dan cukup menonjol ke depan di tengah-tengah
gundukan daging putih. Tapi gini aja deh, biar lebih gampang…Papi A-mei sedang ada tender
proyek Oom yang nilainya puluhan milyar. Di balik topeng keramahan dan keakraban yang ditunjukkan, di
dalamnya ternyata mereka saling menghujat, saling mencaci, dan saling mentertawakan.Beberapa saat kemudian, saat mereka sedang bicara ngalor ngidul, tiba-tiba blackberry Pak Wijaya
berbunyi.“Ah serius amat, Pak Wijaya. Tentu, Pak Heru adalah orang
munafik yang ingin untung sendiri dan tak mau rugi. Besok pagi aku
suruh Mbok Yem masakin makanan kesukaan Pak Heru.”
“Yah, kalau Pak Wijaya memaksa, apa boleh buat….,”
“Hahaha…ayolah, mari aku antar Pak Heru ke kamar,” kata Pak Wijaya sambil langsung berdiri




















