“Janji ya, Mas..!”, ujarnya lagi. “Occhh.. Bokepi Kesimpulannya dia masih mau pergi denganku, asal jangan sampai ketahuan sama Yoga. Lagian kalaupun bisa, aku sebenarnya nggak ingin bermimpi tentang kamu, Santi”, jawabku pura-pura memelas. Aku menggeser posisi dudukku agar lebih dekat dengan tubuhnya. Aku memeluk tubuh Eksanti sehingga batang kejantananku menyentuh pusarnya. “Occhh.. Eksanti lalu berjalan ke arahku menuju tempat tidur lalu duduk di sampingku. “Ecchh.. Kami sama-sama terdiam. Mulutku turun ingin mencicipi payudaranya.“Egkhh..”, rintih Eksanti ketika mulutku melumat puting susunya. “Pantes si Yoga jadi tergila-gila sama dia,”, pikirku. Eksanti membalas.Aku meyandarkan kepalaku di dadanya. Aku merasa aneh atas sikapnya yang berubah-ubah dan suka menggoda. “Icchh.. Aku langsung menarik tubuhnya untuk berhadapan denganku. Ia telah basah.. Pikiran dagangku segera jalan dan aku menjanjikan untuk




















