ton.. Bokepi ahhh.. Aku hanya bisa tersenyum kalau mengingat masa itu. Mataku liar melirik-lirik wanita putih mulus dan trendy. nanti ngebanguninnya susah”, katanya polos.Di kala otakku sudah kesetanan, tiba-tiba…“Jangan berisik atau pisau ini akan merobek lehermu”, ancamku seraya menempelkan pisau lipat yang biasa kubawa. Dengan hanya menggunakan CD, kurebahkan tubuhku di sampingnya dengan posisi menyamping. Ada-ada saja kamu… Hei… kamu jangan bertingkah lagi ya… jangan sampai kesabaranku hilang. Dia memelukku erat sekali. Entah kenapa sejak dulu aku terobsesi dengan wanita Chinese yang menurut pandanganku adalah tipikal sempurna dalam banyak hal. Darah segar mengalir memenuhi lubang yang memerah padam dan lecet.




















