Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Bokepi Tamat. Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! ” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra
” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya.




















