“Aku nyaman ndi bersamamu ” sambil novi kembali mendekatkan tubuhnya memelukku. Bokepi Usai pemeriksaan kembali kubantu Anita untuk turun dari bed dan kembali lesakan benda kenyal tersebut menyentuh dadaku. Setengah jam kami duduk dan selama itu pula Anita diam, akupun bergegas ke resepsionis menanyakan kenapa kok belum dipanggil. “Kok lama nggak kuliah? Karena memang tak seberapa besar sehingga semuanya bisa ditelan sampai sebiji pelernya. Namun pukis sekilas itu menari-nari di pelupuk mata. Penasaran aku cari tahu dimana kosnya. Setelah pemeriksaan tekanan darah dan sedikit tanya jawab perihal sakitnya, dokter menyuruh Anita untuk berbaring di bed periksa.




















