Ternyata Su’eng tak seburuk yg kubaygkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlaquannya kepadaqu tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yg menyerangku mulai memudar.Su’eng menanyakan dgn lembut, aqu ingin minum apa. Aqu tak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu juga sperti itu”, katanya.Aqu baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya sewaktu suatu malam, dia memintaqu untuk menjual gelang yg kukenakan. Bokepi Aqu enggan mengikuti keinginan swamiku ini, tetapi aqu juga harus memikirkan keselamatan keluarga, terutama keselamatan swamiku. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu sedikit kedinginan”, ucapnya lagi sembari menyodorkan minuman tersebut.Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aqu merasakan badan dan pikiranku sedikit tenang, rasa gorgi




















