Ataukah lagi.. Kujalari menuju ke telinga. Bokepi Selama ini dia tidak berani menatapku. Jelas salah satu sosoknya adalah isteriku, mana mungkin aku pangling. Karmin. Posisi mereka mulai berbalik. Yaahh.. Mulai kuusap lengannya. Uffh..”.Plong rasa dadaku demi akhirnya menemukan identitas sang pelaku pria. Luar biasa. Selama ini dia tidak berani menatapku. Begitu adegan selesai aku dengan perlahan sekali menutup pintunya. Berkecipak suara kuluman kami. Tapi gagasan itu belum terlaksana, karena aku masih merasa risih kalau rame-rame begitu. Mungkin kejadian tadi telah berulang kali berlangsung selama aku tidak di rumah.“Sudah sering kejadianya Mbok?” tanyaku. Setelahnya dia kembali ke kamarnya yang terletak di samping kiri bangunan utama. Semakin menggelegak gairahku ketika membayangkan bagaimana memek isteriku akan dihujami oleh benda sebesar itu.Bless.




















