dengan perlahan t-shirt Tika ia singkap ke atas , menunjukan perut rata gadis manis itu serta khususnya toket yg putih bersih tetap terlingkupi oleh bra , kedua bukit itu terguncang guncang sebab isakan tangis Tika. “gimana Tika , suka menonton yg tadi…??” tanya Panji menyadarkan Tika yg kemudian dengan gerakan canggung kembali berusaha duduk seperti semula. Bokepi saya mohon..!!! “yaaa…sebentar……” suatu suara indah yg telah sangat dikenal Panji terdengar dari dalam.saat pintu dibuka Ana sangat terkejut menonton siapa yg datang , dengan cepat ia berusaha menutup pintu kembali tetapi gogon lebih cepat lagi , ia bergeral lebih dahulu mendorong pintu dengan keras membikin Ana jatuh terjengkang , gogon bergegas mendekatinya serta menodongkan pistol di kepala gadis itu , sementara Panji memperhatikan sekeliling khawatir




















