Yang menjadi mentor di grupku adalah Rini Idol.Umurku lebih tua, jadi Rini juga enggan kalau aku memanggilnya mbak ataupun cici. Bokepi “Aku buang cincinku,” balasnya, “kamu sudah tau kan alasannya” Ucapnya sambil menangis, lalu tertawa. Sabtu minggu depan aku akan diwisuda namun aku juga harus berada di RCTI karena siaran langsung Indonesian Idol. Goyangan tubuhku membuat bagian betisku menghantam dada Rini, kurasa cukup toge, mungkin B78 barangkali? Aku tahu dia masih lemas dan kesakitan, namun kulepaskan ciumannya, aku mengangkat paha kananya ke perutku dan betisnya di atas bahu kiriku. Tangan kananku menarik pantatnya agar sodokanku lebih mantab. Kumasuki kamar hotelnya dan kuletakkan di atas tempat tidurnya. “Bukan jidatku Rin, tapi burungku!” kataku sambil membuka resleting.




















