Di sana aku melihat seorang wanita dgn memakai T shirt putih dan rok warna coklat duduk di bangku. Bokepi Ia tampak berpikir sebentar, dan kemudian meunjuk bibirnya:
“ini Kakek, saya di sun di bibir”, katanya. Dgn gaya kebapakan (kok sama dgn ceritanya soal si hidung belang Kartolo itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya. Kudengar ia terisak pelan:
“matur nuwun sanget Kakek.. Kuremas-remas halus rambut-rambutnya yg jarang, dan akhirnya kukecup kelentitnya dgn bibirku.“Aaggh..” Juminten mengerang (mana ada sih wanita yg kuat kalau dibegituin?). ”Si cantik itu menjawab pelan, tetap menunduk Sara:
“empat belas tahun, Kakek”. Nah, tiba-tiba ada pikiran licik di otakku. Basah dan hangat, sebagian meJumpel di dagu dan jenggotku.Akhirnya kuangkat kepalaku dari kemaluannya, dan kucium dahinya yg menunduk Sara













