“Hati-hati, Ma.” kucium pipinya kutunggu sampai mobilnya hilang di ujung gang.Di dalam kamar, aku menangis sesenggukan. Bokep ”Biarin aja,” aku mangkel juga kalau ingat mas Danu yang akhir-akhir ini semakin jarang pulang. Ia segera mengambil posisi nungging di sampingku yang terbaring telentang. ”Itung-itung sebagai bukti kalau aku bisa hamil.”Sita tertawa.”Okelah kalau begitu. Dia kembali mengocoknya dengan cepat dan kuat. Aku baru mengetahuinya 3 minggu yang lalu, saat tiba-tiba dia mengatakannya kepadaku selepas kami bercinta dengan panas. ”Heh, enak aja.” potongku cepat. “Enak banget!” ucapku mantap. Wajahnya tak bisa ditebak. Nggak mau ah!” aku menggeleng, menolak ide Sita yang ngawur.




















