“Cinta udah di lobi nih Om”. Bokepi Laki-laki itu nampak kikuk sama halnya dengan yang dirasakan Cinta saat itu. “Kalo gitu kita minum aja deh, kamu mau apa?”. Suara ponsel miliknya dan milik Cinta berbunyi bersamaan. “Iya kalo lancar Om”. Cinta juga membiarkan sejenak Om Rudi meremas-remas payudaranya sebelum mereka berpisah. Kini ia berjumpa Om Ridwan sedang menggandeng seorang gadis muda. Bibir dong…”. Dari segi wajah, Om Rudi ini jauh dari yang dapat didefisikan sebagai tampan. Paling tidak selama perjalanan nanti ia masih bisa berpikir. “Ah Om bisa aja”. Cinta membalas senyuman itu.




















