Tak sedikitpun terpikir, Bu rhien yang begitu berwibawa itu melakukan perbuatan seperti ini.Dada Jo agak berdesir teringat ucapan Bu Rhien tentang Inah. Bokepi “Ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa. Sementara si Jo pun sudah tak tahan lagi. baiklah. Nafasnya masih memburu.Beberapa saat kemudian, “Pleph..!” tiba-tiba Bu Rhien mencabut pantatnya dari tubuh Jo. ” kelihatan Bu Rhien menahan nafasnya. Nikmat sekali. Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung “konak”-nya. Sementara Jo selintas melirik betapa wajah Bu rhien mulai memerah. Agak gelagapan Jo membuka majalah tersebut dan terperangah mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu.




















