ya!, jawabku tergagap.Pemotretan di room makin seru saja, karena Nadira adalah tipe model yang menuruti semua perintahku. Bokepi Oh., Boleh!, jawabku kaget.Mas, mau dong di foto untuk media Mas!, serang Nadira. Nadira langsung mencopoti celana dan bajuku.Mas, kalau memang kepingin ngomong aja. Pemotretan dimulai di kolam renang tentunya, sambil ngetes kebenaran omongan Nadira. Harus tampil sensual, kalau perlu tanpa busana he.. Lho, kok tahu kalau aku fotografer?, kataku memancing. Namanya Maya dan Ayu (bukan nama sebenarnya). Kalau memang kamu kepingin tampil di mediaku, tahu dong syarat utamanya. Akupun blingsatan mendapat reaksi sensitif dari Nadira.Iya nich. Nadira pun memberikan perlawanan lebih ganas. Tapi resikonya sangat berat, karena kamu mesti korban harga diri dan perasaan, kataku.Nggak apaapa Mas, yang penting Mas bisa mengorbitkanku menjadi model




















